Peringatan Maulid Nabi

Kiloe Journalist

Hai, Sobat Pio! Kalian ingat tidak ini hari apa? Tentunya kalian ingat dong? Hari ini adalah peringatan Maulid Nabi. Tepatnya tanggal 12 Rabi’ul Awal 1442 H yang bertepatan tanggal 28 Oktober 2020 M. Nah, kebetulan di edisi kali ini kita akan membahas Maulid Nabi Muhammad SAW. Mari kita simak.

Nabi Muhammad SAW lahir pada tanggal 12 Rabiul Awal di Kota Mekah. Ayahnya bernama Abdullah bin Abdul Muthalib dan ibunya bernama Aminah binti Wahab. Sang ayah meninggal dunia sebelum Nabi Muhammad lahir dan ibunya mengembuskan napas terakhir saat Nabi berusia 6 tahun. Maulid Nabi adalah peringatan hari lahir Rasulullah SAW. Peringatan ini diharapkan mampu menjadi momentum untuk membangkitkan semangat dan kecintaan kita kepada Rasulullah SAW.

Di Indonesia sendiri sejarah Maulid Nabi Muhammad dikembangkan dan disebar luaskan oleh Wali Songo sekitar tahun 1404 M. Peringatan tersebut bertujuan menarik hati masyarakat untuk memeluk agama Islam. Maka dari itu, Maulid Nabi juga dikenal dengan nama peringatan Syahadatin. Selain itu, perayaan ini juga dikenal dengan Grebeg Mulud karena cara masyarakat merayakan Maulid Nabi dengan menggelar upacara Nasi Gunungan.

Berikut beberapa hikmah memperingati Maulid Nabi, diantaranya yaitu :

  1. Mendorong orang untuk senantiasa bersholawat.
  2. Ungkapan kegembiraan dan kesenangan dengan beliau. Bahkan orang kafir saja mendapatkan manfaat dengan kegembiraan itu (Ketika Tsuwaibah, budak perempuan Abu Lahab, paman Nabi, menyampaikan berita gembira tentang kelahiran sang Cahaya Alam Semesta itu, Abu Lahab pun memerdekakannya. Sebagai tanda suka cita. Dan karena kegembiraannya, kelak di alam baqa’ siksa atas dirinya diringankan setiap hari Senin tiba).

3.Meneladani perilaku dan perbuatan mulia Rasulullah SAW dalam kehidupan kita.

4.Melestarikan ajaran dan misi perjuangan Rasulullah dan para Nabi. Sesaat sebelum mengembuskan nafas terakhir, Rasul meninggalkan pesan pada umat yang amat dicintainya ini.

Seperti yang disabdakan oleh Nabi Muhammad Saw :

مَنْ أَحَبَّنِى كَانَ مَعِيْ فِي الْجَنـَّةِ

“Barang siapa yang senang, gembira, dan cinta kepada saya maka akan berkumpul bersama dengan saya masuk surga”.

Dalam sebuah hadits dikatakan :

مَنْ عَظَّمَ مَوْلِدِىْ كُنْتُ شَفِيْعًا لَهُ يَـوْمَ الْقِيَا مَةِ. وَمَنْ أَنْفَقَ دِرْهَمًا فِى مَوْلِدِى فَكَأَ نَّمَا اَنْفَقَ جَبَلاً مِنْ ذَ هَبٍ فِى سَبِيْلِ اللهِ

“Barang siapa yang memuliakan / memperingati hari kelahiranku maka aku akan memberinya syafa’at pada hari kiamat. Dan barang siapa memberikan infaq satu dirham untuk memperingati kelahiranku, maka akan diberi pahala seperti memberikan infaq emas sebesar gunung fi sabilillah.”

Jadi begitu, Sobat Pio sejarah dan beberapa hikmah memperingati Maulid Nabi. Maka dari itu kita sebagai umat muslim harus meneladani perilaku dan perbuatan Rasulullah dalam memperingati hari lahir Rasulullah dengan hal yang positif dan mulia.(RED_MNR&SBI)

Sumber : https://news.detik.com

https://www.kompasiana.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *