Penyebab Monday Blues

612b8c1a76b9c

Hai Sobat Pio! Pernahkah kalian merasakan sedih atau kurang bersemangat saat menyambut hari Senin? Kondisi itu dinamakan “Monday blues” dan itu nyata. Monday blues adalah sensasi lesu, tegang, sedih atau tidak bersemangat menyambut hari kerja. Perasaan itu kemudian membuat seseorang menjadi benci hari Senin. Monday blues dialami ketika kita hendak beralih dari akhir pekan yang dianggap menyenangkan, ke hari kerja yang dianggap penuh ketegangan. Kondisi ini juga didukung oleh temuan ilmiah. Menurut HuffPost, sejumlah penelitian mengatakan bahwa suasana hati seseorang umumnya berada di titik paling rendah di hari Senin.

Sebenarnya apa sih penyebab Monday blues? Beberapa hal berikut mungkin pernah kita alami.

1. Kekacauan jam tubuh

Ada faktor psikologis di balik Monday blues, termasuk siklus jam tubuh yang kacau, terutama dialami orang-orang yang punya pola kerja Senin hingga Jumat. Sebab, kebanyakan orang mengubah pola tidurnya di akhir pekan sering kali menjadi tidur larut malam dan bangun lebih siang. Itulah mengapa sering kali kita merasa sudah cukup tidur di Minggu malam, tapi tetap saja merasakan Monday blues itu ketika bangun di Senin pagi.

2. Kehilangan rasa kebebasan

Perubahan emosi dari hari kerja ke akhir pekan adalah alasan umum mengapa banyak orang merasa berat menghadapi hari Senin. Sekalipun tetap punya kesibukan di akhir pekan, kebanyakan dari kita cenderung lebih rileks di waktu tersebut. Banyak dari kita merasakan kehilangan atas kebebasan yang dimiliki di akhir pekan. Bagi orang tua, hari Senin berarti anak-anak kembali sekolah. Di masa pandemi, kondisi itu lumayan berat bagi mereka karena harus memiliki beban ganda dan semakin membenci hari Senin.

3. Tidak ada persiapan

Alasan lain kenapa hari Senin begitu memberatkan adalah karena sering kali kita tidak mempersiapkan diri, baik secara emosional maupun logistik. Ketika gagal melakukan persiapan, secara tidak sadar kita menyiapkan kegagalan. Hari Minggu sebaiknya digunakan untuk melakukan persiapan.

4. Faktor budaya

Faktor budaya juga bisa memengaruhi kemungkinan seseorang merasakan Monday blues. Misalnya, dengan sering berperilaku TGIF atau Thank God it’s Friday. Budaya itu membuat hari Senin seolah menjadi musuh.

5. Hidup untuk akhir pekan

Jika kita memandang akhir pekan seperti momen kebebasan selama 48 jam, itu bisa jadi mengindikasikan bahwa kita menjalani kehidupan ganda. Bekerja dan membayar sejumlah tagihan dianggap sebagai hal yang dilakukan di hari kerja, sementara di akhir pekan melakukan kegembiraan pribadi.

Nah, itu tadi sedikit penjelasan tentang Monday Blues, ya Sobat Pio! Semoga bermanfaat dan sampai jumpa di edisi selanjutnya. (RED_ASA)

Sumber: www.kompasiana.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *