Sejarah Isra Mikraj

Isra Miraj  1.width 800

Hai, Sobat Pio! Bagaimana kabar kalian? Semoga sehat-sehat selalu ya dan semoga pandemi Covid-19 ini segera berlalu. Bulan ini kita telah memasuki bulan Rajab. Bulan Rajab ini adalah bulan penting bagi umat Islam, karena di bulan ini Nabi Muhammad menerima perintah sholat 5 waktu. Bagaimana sejarahnya? Mari kita simak ulasannya!

Sejarah Isra Mikraj dikenal sebagai keajaiban kedua setelah wahyu Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW Isra Mikraj adalah perjalanan mukjizat yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW, di mana beliau melakukan perjalanan dari Makkah ke Masjid Al-Aqsha di Yerusalem, sebelum akhirnya naik ke surga. Semua itu dilakukan hanya dalam satu malam. Peristiwa Isra Mikraj ini terjadi pada 27 Rajab, kira-kira satu tahun sebelum hijrahnya Nabi Muhammad SAW ke Madinah. Adapun urutan Isra Mikraj yakni sebagai berikut. Banyak dari kita hanya tahu kisah dasar Al-Isra ‘wal-Mi’raj – bahwa Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan dari Al-Masjid Al-Haram ke Al-Masjid Al-Aqsa. Bahkan, ada banyak pemberhentian di sepanjang perjalanan yang luar biasa ini, dan ceritanya penuh dengan keajaiban.

Al-Isra ‘wal-Mi’raj terjadi pada saat Nabi Muhammad SAW menghadapi kesulitan dan rasa sakit yang hebat. Quraisy yang merupakan anggota suku dan keluarganya sendiri terus-menerus mengejek, mempermalukan, serta menindas Nabi Muhammad SAW dan para pengikutnya. Selain itu, Nabi Muhammad SAW baru saja menghadapi Tahun Kesedihan (‘Aam Al-Huzn), di mana ia kehilangan istri tercintanya Khadijah, dan pamannya Abu Thalib, yang merupakan pelindung sekaligus sekutu utamanya.

Selain semua beban itu, ketika Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan ke Ta’if untuk menyebarkan pesan Islam, orang-orang Ta’if telah menolaknya dengan cara yang paling kejam,  mengirim anak-anak mereka ke jalan-jalan untuk melempari Nabi sampai meninggalkan kota.

Setelah melalui begitu banyak kesedihan dan penderitaan, Nabi Muhammad SAW diberi hadiah yang benar-benar indah dan menghibur. Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan, tidak hanya ke Tempat Suci dan melalui langit, tetapi akhirnya ke Hadirat Ilahi, sumber dari semua kenyamanan dan harapan. Salah satu pelajaran paling penting dari Isra Mikraj.

Diriwayatkan oleh Imam Bukhori, Rasulullah SAW berkata:

“Kemudian dia naik bersama kami ke surga (lapisan pertama langit dan ujung alam semesta yang diketahui). Jibril kemudian meminta (pintu surga) dibuka (dengan mengetuk salah satu pintunya)”

Rasulullah SAW juga berkata dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, yang bunyinya sebagai berikut:

“Dan itu (pintu surga) dibuka untuk kita dan tiba-tiba aku bersama (Nabi) Adam. Kemudian dia menyambut saya dan memohon kebaikan untuk saya”

Setelah itu, Nabi Muhammad SAW melanjutkan perjalanannya mencapai Pohon Teratai Terjauh atau disebut juga Sidrah Al-Muntaha. Di akhir perjalanan ini, Nabi SAW dibawa ke Hadirat Ilahi (bertemu Allah SWT). Dalam pertemuan tersebut, Allah SWT memerintahkan agar umat muslim mengerjakan salat. Nabi Muhammad SAW kemudian dibawa kembali ke Masjidil Aqsha dan kembali ke Mekah.

Demikian tadi Sobat Pio, kisah perjalanan Nabi Muhammad SAW melewati 7 lapisan langit dalam waktu satu malam. Semoga dengan mengetahui dan mempelajari tentang sejarah Isra Mikraj ini dapat menambah wawasan pengetahuan dan mempertebal keimanan kita. (RED_SEL)

Sumber: https://www.suara.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *