Menetapkan Berbahasa Jawa Dalam Kehidupan Sehari-hari

Bahasa Jawa Dan Artinya

Hai, Sobat Pio! Tahukah kalian untuk apa pembiasaan penggunaan Bahasa Jawa dilingkungan sekitar perlu ditingkatkan lagi? Hal ini ditujukan untuk melestarikan Bahasa Jawa sebagai bahasa daerah serta menanamkan unggah-ungguh dalam bergaul dan berkomunikasi dengan orang sekitar. Dalam bahasa Jawa terdapat basa ngoko dan basa krama yang berbeda penerapannya. Ketika anak berkomunikasi dengan yang lebih tua, ia menggunakan basa krama, sehingga ada sikap menghormati kepada yang lebih tua. Saat ini banyak kita lihat anak-anak maupun remaja kurang terbiasa dalam hal ini.

 Di masa sekarang ini bahasa daerah kita, yaitu Bahasa Jawa terasa sebagai bahasa asing bagi anak-anak karena mulai ditinggalkan. Banyak orang tua yang lebih memilih menggunakan bahasa Indonesia, bahkan bahasa asing ketika berkomunikasi dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun sebatas ungkapan-ungkapan tertentu, biasanya para ibu menasihati anaknya yang masih balita agar tidak melakukan sesuatu, dengan mengucapkan kata “ no.. no.. no..”, dan dilakukan setiap hari. Anak yang mendengar pun merekam, sehingga ketika dia melarang orang lain yang lebih tua, dia juga menirukan kata-kata ibunya dengan mengatakan “ no.. no.. no..”.

Sebenarnya penggunaan Bahasa Indonesia atau bahasa lain tidak semua berarti negatif. Karena bahasa-bahasa tersebut bisa mengembangkan kemampuan anak dalam berkomunikasi dengan masyarakat luas. Akan tetapi, jika hal ini dilakukan secara terus menerus akan berdampak pada semakin  asingnya keberadaan  bahasa Jawa sebagai bahasa daerah ditengah masyarakatnya sendiri dan kurang tertanamnya nilai unggah-ungguh yang ada dalam Bahasa Jawa pada diri anak.

Peningkatan pembiasaan penggunaan bahasa Jawa dapat dilakukan dengan memberikan pendidikan Bahasa Jawa yang baik dan benar  kepada anak sejak dini, seperti yang sudah diberikan di sekolah sebagai muatan lokal.  Namun, hal ini tidak akan menampakkan hasil yang signifikan, jika tidak diimbangi dengan pembiasaan di lingkungan keluarga. Di lingkungan keluarga, anak-anak harus dikenalkan dan dibiasakan menggunakan Bahasa Jawa dalam berkomunikasi sehari-hari.

Penggunaan Bahasa Jawa dengan baik dan benar juga akan membiasakan anak-anak menerapkan unggah-ungguh, yaitu tata krama, dan sopan santun  dalam bersikap kepada orang lain.  Menghargai yang lebih muda, dan menghormati yang lebih tua. Jadi, kita sebagai masyarakat harus tetap melestarikan setiap budaya yang ada ya, Sobat Pio! Agar seluruh budaya yang kita miliki tidak luntur seiringnya waktu dan perkembangan zaman. Sekian artikel untuk hari ini, sampai jumpa di edisi selanjutnya.(RED_MUN)

Sumber: http://www.sdmuh-bantulkota.sch.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *