Hai, Sobat Pio! Bagaimana kabar kalian? Semoga tetap sehat selalu ya! Kali ini kita akan membahas mengenai tradisi weton Jawa. Tradisi weton merupakan tradisi yang berasal dari suku Jawa yang sangat mudah dijumpai di Jawa Barat dan Jawa Timur. Istilah weton berarti penanggalan atau perhitungan dari hari lahir seseorang yang biasanya digunakan untuk menentukan ramalan tertentu. Tradisi weton Jawa terdiri dari dino atau hari, serta pasaran atau kepercayaan terhadap hari. Pada penanggalan Jawa, 7 hari ditambah dengan pasaran Jawa seperti legi, pahing, pon, wage, dan kliwon.

Bagi masyarakat Jawa, weton dapat digunakan untuk memperingati berbagai macam kegiatan, seperti yang banyak dikenal masyarakat yaitu menentukan jodoh seseorang. Menurut kepercayaan zaman dahulu, weton dapat digunakan untuk menentukan kecocokan dan keserasian antar pasangan yang akan menikah berdasarkan tanggal lahir keduanya. Menurut kepercayaan orang zaman dahulu, menentukan tanggal pernikahan tidak hanya langsung pilih saja loh Sobat Pio, melainkan harus dihitung terlebih dahulu untuk mendapatkan hari baik pernikahan. Sampai sekarang kepercayaan ini juga masih banyak dijumpai di beberapa tempat.

Selain itu, tradisi weton juga banyak digunakan masyarakat Jawa untuk menentukan hari puasa weton. Masyarakat Jawa percaya bahwa pada saat wetonnya diulang, maka sebaiknya melakukan puasa weton. Puasa weton biasanya dilakukan setiap hari kelahiran tiba. Untuk melakukan puasa weton, masyarakat Jawa melakukan puasa seperti puasa Islam pada umumnya, namun hanya dilakukan jika bertepatan dengan weton kelahirannya saja. Tidak hanya itu, tradisi weton juga dipercaya masyarakat Jawa untuk menentukan hari-hari penting, seperti hari pindahan rumah, pembangunan rumah, dan lain sebagainya. Weton jenis ini digunakan untuk memperingati hari-hari penting seseorang.

Nah Sobat Pio, itu tadi merupakan sedikit informasi mengenai tradisi weton dari Jawa yang masih banyak kita temui sampai sekarang. Tradisi weton merupakan kepercayaan masyarakat kuno yang bisa diturunkan kepada generasi mendatang. Semua tergatung kepada diri sendiri, apakah ingin mempercayai atau tidak mengenai tradisi weton Jawa ini. Semoga bermanfaat ya Sobat Pio! Sampai jumpa di edisi selanjutnya.  (RED_FRN)

 

Sumber : https://borobudur.news.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *