Hai, Sobat Pio! Bagaimana kabar kalian hari ini? Kali ini kita akan membahas tentang salah satu masalah dalam hubungan. Hubungan apa sih kira-kira? Dalam setiap hubungan, pasti tidak luput dari suka dan duka. Pertengkaran akan sering terjadi dalam setiap hubungan. Tetapi, dalam hubungan yang sehat pertengkaran selalu bisa diatasi dan menemukan solusi dengan cara yang baik. Ketika tidak ditemukannya titik terang dalam sebuah pertengkaran, tidak dirasakannya kebahagiaan oleh salah satu atau kedua pihak, bisa jadi kalian sedang berada dalam Toxic Relationship.

Toxic Relationship adalah hubungan beracun atau tidak sehat yang bisa berefek pada kebahagiaan dan mental seseorang. Hubungan yang beracun tidak akan membuat kalian bahagia, tapi justru akan membuat gelisah, stres, dan tidak tenang. Toxic Relationship tidak hanya terjadi dalam hubungan kekasih tapi bisa juga dalam pertemanan bahkan keluarga.

Dalam setiap hubungan seharusnya saling menyayangi, melengkapi, menghargai pendapat, dan tidak memaksa. Biasanya, dalam Toxic Relationship salah satu pihak berusaha mengontrol, mendominasi, dan memanipulasi pihak lainnya. Salah satu cirinya adalah diam saat marah, berpura–pura menjadi korban, dan tidak mau membicarakan masalah untuk menyelesaikannya dengan sehat. Banyak orang tidak sadar bahwa mereka sedang berada dalam hubungan yang tidak sehat. Seringkali salah satu pihak merasa tidak tenang dan tertekan.

Berikut ciri-ciri Toxic Relationship, yaitu pertama salah satu pihak berusaha mengontrol pasangan dengan memaksakan kehendaknya. Contohnya, jika pasanganmu melarangmu ini dan itu, selalu mengekangmu di balik kata ‘’sayang’’. Kedua, tidak bisa menjadi diri sendiri. Salah satu pihak yang dikontrol sampai sulit untuk melakukan hal yang ia senangi karena ia selalu melakukan apa yang pasangannya perintahkan bukan apa yang ia inginkan. Ketiga, tidak mendapat perhatian dan dukungan. Dalam Toxic Relationship pasangan tidak akan senang terhadap apa yang telah diraih pasangannya, atau bahkan acuh tentang masalah yang dialami pasangannya. Keempat, sering dicurigai. Pasangan yang cemburu berlebihan bahkan sampai melakukan hal ekstrem seperti mengikutimu kemanapun kau pergi termasuk kerja kelompok dan lain–lain, menyita handphone mu atau melabrak temanmu karena cemburu. Yang kelima, menerima kekerasan fisik. Ini adalah hal yang paling buruk. Jika pasanganmu sudah bermain tangan, maka tidak ada alasan lagi untuk bertahan dalam hubungan tersebut.

Nah Sobat Pio, jika kalian atau orang terdekat kalian terjebak dalam  segeralah keluar dari hubungan tersebut. Mintalah bantuan orang lain atau konsultasi dengan psikolog untuk menemukan jalan keluar. Memang tidak mudah meninggalkannya, tapi ingatlah sesayang apapun kalian dengannya, kalian berhak bahagia dan menemukan pasangan yang bisa menyayangi, menghargai, dan melindungi kalian dengan tulus tanpa kekangan dan perintah yang membuat kalian tidak nyaman. Semoga artikel ini bermanfaat ya, sampai jumpa di edisi selanjutnya. (RED_ANR)
Sumber : https://www.alodokter.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *