Hai, Sobat Pio! Sastra merupakan ungkapan ekspresi manusia berbentuk lisan maupun tulisan yang dibuat dengan media bahasa oleh seseorang berdasarkan pemikiran, pendapat, pengalaman, dan perasaan imajinatif atau kenyataan. Sastra terbagi atas banyak bentuk, salah satunya karya novel. Novel adalah karya prosa panjang yang berisi rangkaian cerita dengan berbagai konflik di dalamnya. Dalam perkembangannya, novel telah memiliki banyak kategori, seperti drama, percintaan, komedi, dan lain sebagainya. Selain itu, karya sastra novel terbagi menjadi dua jenis, yaitu sastra serius dan sastra hiburan.
Karya sastra serius adalah suatu karya sastra yang dibuat dengan tujuan untuk ditafsirkan. Dalam lingkup sastra, karya sastra serius dikenal dengan sebutan sastra interpretatif (interpretative literature). Para pengarang karya sastra serius mendorong pembaca untuk menafsirkan karya sastra tersebut. Dengan demikian, para pembaca akan mendapatkan wawasan baru terkait hal-hal penting dalam karya sastra dan sangat memungkinkan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Karakteristik karya sastra serius, yaitu terdapat banyak hal yang perlu ditafsirkan oleh pembaca untuk mengetahui maksud yang sesungguhnya. Permasalahan di dalam karya sastra serius tidak dapat dipaparkan dengan mudah. Pembaca akan bertanya-tanya terkait beberapa hal yang dilibatkan dalam karya tersebut. Oleh sebab itu, karya sastra serius dapat membuat pembaca tenggelam dalam jalan cerita dan ketika sudah menyelesaikan bacaannya akan selalu teringat karena tersimpan di dalam pikiran. Salah satu contoh karya sastra serius, yaitu novel “Atheis” yang ditulis oleh Achdiat Karta Mihardja dan berhasil terbit pada tahun 1949. Jalan cerita novel ini terbilang unik karena tidak seperti novel pada umumnya. Novel “Atheis” mengandung banyak pelajaran agama, hubungan modern dan tradisional yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Karya sastra hiburan adalah suatu karya sastra yang dibuat untuk melarikan diri (escape) dari kebosanan, rutinitas sehari-hari, atau masalah yang sulit diselesaikan. Karya sastra hiburan bersifat menghibur dan banyak digemari. Dengan demikian, karya sastra hiburan juga dikenal dengan sebutan sastra pop atau sastra yang sedang populer. Karakteristik karya sastra hiburan, yaitu penulis hanya merangsang pembaca dengan cara melakukan identifikasi diri untuk ikut merasakan tokoh yang ada di dalam cerita tanpa perlu adanya penafsiran. Salah satu contoh dari karya sastra hiburan, yaitu novel “Dilan 1990” yang ditulis oleh Pidi Baiq dan berhasil terbit pada tahun 2014. Novel tersebut memiliki alur yang santai dan menyenangkan.

Nah Sobat Pio, itu tadi sedikit penjelasan tentang sastra serius dan sastra hiburan. Dengan demikian, karya sastra serius dan karya sastra hiburan memiliki banyak perbedaan yang signifikan dalam karya novel. Sebagai generasi muda yang memiliki jiwa kreatif dan inovatif, kita perlu menumbuhkan rasa ingin tahu atas novel berjenis sastra serius agar mendapatkan suatu pelajaran setelah membacanya. Sekian artikel hari ini dan sampai bertemu di edisi selanjutnya. (RED_SNH)
Sumber : https://m.kumparan.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *