Hai Sobat Pio! Kalian tahu enggak sih apa itu sastra? Secara umum, sastra dikenal dengan sebuah karya tertulis. Istilah sastra sendiri sebagai wujud dari beragam kekayaan budaya di Indonesia, memiliki peran untuk citra Indonesia kedepannya. Banyak ragam sastra Indonesia, warna daerah atau warna lokal, yang sebagian besar digunakan pengamat dan kritikus sastra untuk menyebut karya sastra Indonesia yang bercorak kedaerahan atau berciri khas masing-masing daerah di Indonesia. Mereka menunjukkan bahwa setiap daerah di Indonesia memiliki corak dan wujud sastra tersendiri.

Pada esai majalah Horison mengatakan, warna sastra Indonesia terbentuk karena dipengaruhi oleh budaya-budaya daerah (etnis atau suku) yang tersebar di seluruh wilayah nusantara yang diungkapkan dalam Bahasa Indonesia. Sementara itu, dalam sistem budaya hidup dan yang dianut oleh suatu kelompok masyarakat tertentu biasa disebut sebagai budaya daerah.  Uniknya, nilai dan sistem budaya daerah ini tidak pernah pupus ataupun melebur dalam masyarakat majemuk yang disebut Bahasa Indonesia.

Sastra daerah dapat berupa karangan sastra yang menggunakan bahasa daerah masing-masing. Umumnya, setiap daerah pasti memiliki karya sastra yang menggunakan bahasa daerah dalam percakapannya. Eksistensi sastra di  berbagai daerah ini merupakan wujud dari pelestarian ragam sastra Indonesia. Dengan upaya pelestarian, sastra-sastra daerah akan menciptakan karya-karya sastra baru dari generasi yang akan datang, mereka akan menjadikan sastra sebagai wujud cinta terhadap Indonesia.

Pemeliharaan sastra daerah sangat penting untuk mempertahankan keragaman budaya, khususnya sastra. Sebagai contoh, adanya sastra yang menggunakan bahasa daerah adalah tembang geguritan, tembang macapat, paparegan, syair-syair, dan lagu-lagu Jawa. Mempertahankan dan melestarikan sastra daerah merupakan salah satu wujud cinta terhadap Indonesia.

Nah, itu tadi sedikit penjelasan tentang sastra yang dapat membuat kita mencintai Indonesia. Kebangkitan sastra daerah melalui beberapa indikasi adalah wujud mencintai Indonesia dengan sastra. Artinya sastra lebih dari sekadar artefak sejarah atau budaya. Sastra bisa berfungsi sebagai pengantar kita untuk mencintai negara kita sendiri, Indonesia. Sekian artikel kali ini, sampai jumpa di edisi selanjutnya. (RED_FBA)

Sumber : http://www.indonesiaimaji.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *