Hai Sobat Pio, kalian pasti tahu kan puisi yang berjudul “Hujan Bulan Juni”? Ya, puisi itu diciptakan oleh Alm. Sapardi Djoko Damono. Sapardi Djoko Damono dikenal dengan karya tulisnya yang sederhana, tetapi memiliki makna yang sangat dalam. Butuh beberapa kali pengulangan untuk bisa memahami makna puisi karya Sapardi. Sobat Pio tahu nggak apa makna dari puisi “Hujan Bulan Juni”? Nah, kali ini kita akan membahas puisi “Hujan Bulan Juni”.

Hujan Bulan Juni

Tak ada yang lebih tabah
Dari hujan bulan Juni
Dirahasiakannya rintik rindunya
Kepada pohon berbunga itu

Tak ada yang lebih bijak
Dari hujan bulan Juni
Dihapusnya jejak-jejak kakinya
Yang ragu-ragu di jalan itu

Tak ada yang lebih arif
Dari hujan bulan Juni
Dibiarkannya yang tak terucapkan
Diserap akar pohon bunga itu

Puisi “Hujan Bulan Juni” di atas berisi tiga bait kata, yang dimaknai banyak orang sebagai renungan diri yaitu dari sebuah rasa yang tidak mampu tersampaikan atau dibiarkan hilang. Puisi “Hujan Bulan Juni” ditulis Sapardi di bulan Juni tahun 1989, pada musim kemarau yang turun hujan. Maka, hujan yang turun saat itu sangatlah berarti. Ibaratnya jika terjadi sesuatu yang bukan pada waktunya, pasti ada yang penting dibalik itu. Dalam kalender tahunan, Juni pada umumnya sudah masuk pada musim kemarau, sehingga mustahil jika hujan turun ke bumi. Maka bisa mengandung makna tentang ketabahan dan kesabaran seseorang untuk tidak menyampaikan rindu dan kasih sayangnya pada orang yang dicintainya.

Pada larik “Tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan Juni” menggambarkan bahwa Sapardi tidak dapat menahan untuk tidak menyampaikan sayang dan rindunya. Sedangkan pada larik “Dihapusnya jejak-jejak kakinya yang ragu-ragu di jalan itu” menggambarkan bahwa Sapardi ingin menghapus keraguannya dalam menunggu orang yang dicintainya. Dan pada larik “Tak ada yang lebih arif dari hujan bulan Juni” menggambarkan bahwa Sapardi pandai menyimpan dan menyembunyikan rasa sayang dan rindunya pada orang yang dicintainya.
Nah secara keseluruhan, puisi “Hujan Bulan Juni” menceritakan tentang bagaimana penantian seseorang terhadap orang yang dicintainya, di mana ia dengan sabar menunggu tanpa lelah dan tetap tabah yang berujung sebuah balasan yang manis dari perjuangannya tersebut. Sekian artikel kali ini, semoga bermanfaat ya Sobat Pio. (RED_ASA)

Sumber : HYPERLINK “http://www.minews.id” \o “http://www.minews.id”www.minews.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *