Hai Sobat Pio! Kalian tahu? Bahwa setiap wanita tentunya memilki standar kecantikan masing-masing. Mulai dari tubuh yang ideal, kaki yang jenjang, rambut pirang, bulu mata yang panjang hingga sederet standar kecantikan lainnya. Jika kebanyakan orang akan berasumsi kulit putih, langsing, dan tinggi merupakan standar kecantikan yang sempurna, lain halnya dengan perempuan suku Mentawai. Suku yang menetap di Kepulauan Mentawai, Pulau Siberut, Sumatera ini memiliki standar kecantikan mereka sendiri.

Kecantikan wanita Suku Mentawai dilihat dari seberapa runcing gigi mereka. Tradisi meruncingkan gigi ini bernama kerik gigi yang sudah dilakukan sejak lama. Tujuan kerik gigi ialah untuk terlihat cantik dan menarik di mata pria di sekelilingnya. Selain itu, sebagai penanda kedewasaan seorang wanita, dan dipercaya juga akan memberikan kebahagiaan dan kedamaian. Mereka juga percaya jika sudah memiliki gigi runcing maka akan memiliki kebahagiaan dan kedamaian jiwa. Walaupun proses mengerik gigi ini menyakitkan, ada pesan yang didapatkan oleh para wanita Mentawai dalam tradisi ini. Setiap kesakitan yang diderita akan membawanya dalam proses pendewasaan dan penemuan jati diri.

Proses pengerikan gigi ini tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang.  Proses peruncingan gigi hanya bisa dilakukan oleh ketua adat Suku Mentawai. Alat yang digunakan adalah sebilah perangkat dari kayu atau besi yang sudah diasah sampai tajam. Tentunya proses ritual ini menyakitkan, untuk meredakan sakit yang ditanggung pasca kerik gigi, sebelum proses biasanya wanita Suku Mentawai menggigit pisang hijau. Dalam prosesnya pun tidak sebentar, kurang lebih butuh waktu sekitar setengah jam, nyaris tanpa jeda. Wanita yang dikerik giginya hanya diberi waktu sebentar untuk sekadar menghela nafas sesaat, karena gigi yang diruncing tak hanya 1 atau 2 saja.

Namun, seperti halnya tradisi unik lain di dunia, ritual meruncingkan gigi kini mulai ditinggalkan oleh warga Mentawai. Pengaruh dunia luar menjadi alasan utama terkikisnya budaya leluhur Mentawai. Sebelum punah, marilah kita lestarikan warisan leluhur bangsa ini. Jangan biarkan pengaruh dunia luar menghilangkan budaya yang kita miliki. Sekian artikel kali ini, semoga bermanfaat. (RED_FBA)

Sumber: https://idntimes.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *