Hai Sobat Pio! Setiap orang pasti memiliki gaya hidup, termasuk kalian juga. Gaya hidup atau yang biasa disebut lifestyle adalah usaha seseorang untuk menggambarkan perbuatan dan pola hidupnya dengan cara tertentu. Gaya hidup ini akan dipengaruhi banyak hal, termasuk penghasilan yang selama ini diperoleh. Banyak orang yang merasa penghasilannya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, karena mereka salah dalam mengelola keuangannya. Tak jarang gaya hidup seseorang terkadang lebih tinggi dibanding dengan penghasilan yang diterimanya, inilah yang membuat seseorang merasa gajinya tidak cukup.

Apakah gaya hidup kalian benar-benar sesuai dengan pendapatan selama ini? Supaya bisa menjalani hidup sehari-hari, penghasilan harus dimasukkan ke pos-posnya. Ada pos untuk konsumsi sehari-hari, cicilan, pos menabung atau investasi, bantuan sosial, dan gaya hidup. Dua pos penting yang perlu menjadi perhatian adalah cicilan dan alokasi, dananya tidak boleh lebih dari tiga puluh persen dari jumlah penghasilan. Kemudian ada pos menabung atau investasi yang perlu diisi minimal sepuluh persen dari penghasilan, kebutuhan yang lain dapat menyesuaikan sisa penghasilan. Untuk mengisi pos gaya hidup, alokasinya maksimal dua puluh persen dari penghasilan. Akan tetapi, alokasi bisa berkurang tergantung dengan kebutuhan, sebab pos gaya hidup dapat dikatakan tidak begitu penting.

Bagi kalian yang sudah memiliki pendapatan tetap, tentu akan terbiasa untuk membeli dan memenuhi semua kebutuhan setiap bulannya. Setidaknya kalian akan mengutamakan beberapa kebutuhan pokok seperti makan, transportasi, cicilan, tabungan, dan sebagainya. Jika berbagai kebutuhan pokok ini tidak dapat dipenuhi dengan baik, kemungkinan besar kalian memiliki gaya hidup yang tidak seimbang dengan pendapatan.

Gaya hidup yang berlebihan dan tidak sesuai dengan kondisi keuangan bisa menyebabkan berbagai masalah di dalam kehidupan loh Sobat Pio. Hindari gaya hidup yang seperti ini, sebab hanya akan membuat keuangan dan hidup kalian berantakan. Pastikan kalian memiliki gaya hidup yang masuk akal dan sesuai dengan penghasilan, sehingga hidup lebih menyenangkan. Jika sudah terlanjur terjebak di dalamnya, maka pastikan kalian menghentikannya sekarang juga dan benahi keuangan kalian dengan baik. Sekian artikel kali ini, sampai bertemu di edisi selanjutnya. (RED_TNZ)

Sumber:https://inews.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *