Hai Sobat Pio! Kalian tahu nggak sih? Bahwa pembelajaran tatap muka
saat ini, perlahan sudah mulai diterapkan di seluruh kalangan sekolah di Jawa Timur loh. Meski demikian, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tetap melihat situasi dan kesiapannya sendiri sebelum memutuskan penerapan sekolah tatap muka. Termasuk menggelar uji coba berupa simulasi pembelajaran di tiap sekolah jelang tahun ajaran baru 2021. Bila belum siap, pembelajaran tatap muka tidak akan dilaksanakan.

Karena saat ini simulasi pembelajaran tatap muka sudah dimulai di beberapa sekolah, jadi seluruh guru dan tenaga non kependidikan yang datang
ke sekolah dipastikan sudah disuntik dengan vaksin agar dapat meyakinkan para orang tua bahwa rencana sekolah tatap muka berlangsung sesuai dengan
protokol kesehatan yang ketat. Penerapan protokol kesehatan saat
pembelajaran tatap muka wajib dilakukan, di antaranya adalah pembatasan jumlah siswa yang mengikuti belajar di kelas dengan kuota 25 hingga 50 persen. Pembelajaran tatap muka hanya digelar selama tiga jam. Setelah proses pembelajaran selesai, siswa diharuskan untuk segera pulang. Selain itu, kantin sekolah harus tetap tutup dan waktu istirahat ditiadakan untuk menghindari siswa yang berkerumun.

Uji coba sebagai persiapan penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada tahun ajaran baru 2021/2022, tepatnya pada Mei 2021 diharapkan berjalan dengan lancar serta mematuhi protokol kesehatan. Terlebih, Jawa Timur dulu pernah memulai simulasi pembelajaran tatap muka pada November 2020 yang diakui berjalan dengan sangat lancar. Sosialisasi protokol kesehatan juga harus ditingkatkan agar membudaya dalam perilaku keseharian pelajar. Seluruh sekolah harus diawasi agar melengkapi diri dengan sarana penunjang protokol kesehatan. Dengan demikian,
pembelajaran tatap muka dapat dilaksanakan pada tahun ajaran baru dengan tetap menerapkan pembatasan.

Dikarenakan pembelajaran online, kompetensi dan nilai ujian siswa
menurun hingga 25 persen. Sebab, tidak semua kecakapan dan keterampilan
dapat dipelajari secara online. Maka dari itu, pembelajaran tatap muka di tahun
ajaran baru 2021/2022 diharapkan dapat meningkatkan nilai serta kompetensi
pelajar yang sempat menurun akibat pandemi ini.

Nah, itu tadi informasi tentang simulasi yang diterapkan untuk menyambut tahun ajaran baru 2021. Jangan lupa untuk mematuhi protokol kesehatan ya Sobat Pio! Sampai ketemu di edisi selanjutnya. (RED_FBA)

Sumber: https://www.suarasurabaya.net

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *