Hai Sobat Pio! Tahukah kalian di seluruh bagian tubuh manusia, umumnya terdapat banyak bakteri yang sebagian besar tidak berbahaya, begitu pula di dalam mulut. Keadaan mulut dan gigi yang sehat dengan sendirinya efektif dalam mencegah bakteri berkembang secara berlebihan dengan adanya pertahanan alami tubuh yang stabil.

Keadaan mulut dan gigi yang tidak terawat memberikan keleluasaan bakteri yang ada di dalam mulut  untuk berkembang biak sehingga memungkinkan terjadinya penyakit gusi dan kerusakan gigi. Selain itu, mengonsumsi obat-obatan antihistamin, pereda nyeri, dan dekongestan turut berkontribusi kepada berkurangnya produksi air liur. Padahal air liur berguna dalam mendukung pencegahan masuknya kuman yang berisiko menyebabkan penyakit. Air liur bertugas menyapu sisa-sisa makanan di dalam mulut dan menetralisasi zat asam yang diproduksi oleh bakteri. Sebagai akibatnya, mulut justru menjadi pintu gerbang masuknya berbagai kuman penyakit.

Kebiasaan yang harus dilakukan untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut :

Selain menggosok gigi, berkumur dengan obat kumur, dan membersihkan gigi menggunakan benang gigi, masih ada tindakan-tindakan pencegahan penting lainnya yang harus diperhatikan.

  1. Periksakan diri ke dokter gigi secara teratur

Periksakan gigi Anda ke dokter gigi selama enam bulan sekali. Meskipun Anda tidak memiliki keluhan terhadap mulut dan gigi, banyak keuntungan yang didapat jika rutin memeriksakan diri. Apabila ada kelainan pada gusi, kerusakan gigi, atau penyakit yang lebih serius, dokter dapat mendeteksinya lebih awal. Selain lebih mudah untuk diobati, biasanya biaya pengobatan untuk penyakit yang masih dalam tahap awal akan lebih murah jika dibandingkan dengan biaya pengobatan yang telah mencapai kondisi berat.

  1. Selalu menggunakan sikat gigi yang tepat

Pemilihan sikat gigi yang tepat juga memberi dampak pada kesehatan gigi. Batasi penggunaan sikat gigi Anda, paling lama adalah tiga bulan. Meski begitu, satu hal yang perlu diperhatikan adalah kondisi bulu pada sikat gigi. Jika bulu-bulunya sudah mekar, bahkan rontok, jangan gunakan lagi meski belum tiga bulan. Anda disarankan memilih sikat gigi dengan bulu yang lembut agar tidak melukai gusi. Cara menyikat giginya pun harus diperhatikan. Pegang sikat gigi dengan sudut 45 derajat mengarah ke gusi. Sikatlah gigi dengan gerakan pendek-pendek, tidak terlalu keras, dan lakukan dengan gerakan melingkar. Tidak perlu terlalu berlebihan saat menyikat gigi, cukup lakukan 10-15 kali sikatan per gigi. Jika berlebihan, kemungkinan dapat menyebabkan gusi terkikis dan terjadi kerusakan gigi.

  1. Waspadai makanan yang mengandung gula

Batasi konsumsi gula karena inilah sumber energi bagi bakteri, penyebab terbentuknya plak yang dapat merusak bagian email gigi dan gusi, sekaligus bahan untuk membentuk keasaman mulut. Semua itu dapat menyebabkan kerusakan pada gigi.

  1. Berhenti merokok

Salah satu benda yang turut berkontribusi dalam pembentukan plak pada gigi adalah rokok. Merokok membuat mulut menjadi ruang berkembang biak yang sangat baik untuk bakteri. Dua zat di dalam rokok, yaitu nikotin dan tar, berpotensi menggerogoti gusi serta membuat gigi menjadi kuning dan kehitaman. Kerugian lainnya jika Anda merokok adalah risiko menurunkan kualitas tulang yang mendukung gigi, sehingga Anda terancam kehilangan gigi. Selama Anda masih menjadi perokok, jangan kaget bahwa sebenarnya kanker mulut terus mengintai Anda. Risiko mengalami kanker mulut meningkat oleh bahan kimia pada tembakau. Lebih baik Anda segera menghentikan kebiasaan merokok demi kesehatan gigi Anda sendiri di masa depan.

Nah, itu tadi beberapa cara merawat gigi dan gusi Sobat Pio. Sekian artikel kali ini, semoga bermanfaat. Sampai jumpa di edisi selanjutnya. (RED_DAK)

Sumber : hallodoc.com

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *