Hai Sobat Pio, kali ini kita akan bahas hikmah puasa Tasu’a dan ‘Asyura. Apa sih puasa Tasu’a dan ‘Asyura itu? Gimana niatnya? Apa kelebihannya? Untuk menjawab pertanyaan tersebut. Mari simak kelanjutannya.

Sobat Pio, puasa ‘Asyura adalah puasa sunnah yang dilakukan pada tanggal 10 Muharram dan merupakan puasa sunnah yang utama. Sedangkan puasa Tasu’a merupakan puasa pada tanggal 9 Muharram. Sebenarnya ada tiga tingkatan, seperti yang dikatakan Al-Imam Asy-Syaukani dan Al-Hafidz Ibnu Hajar, yaitu “Yang pertama puasa di hari ke-10 saja, tingkatan kedua puasa di hari ke-9 dan ke-10, tingkatan ketiga puasa di hari 9,10, dan 11.”

Puasa tanggal 9 dan 11 merupakan pembeda dari Kaum Yahudi. Karena Kaum Yahudi pada tanggal 10 juga melakukan puasa, untuk  memperingati selamatnya Nabi Musa A.S. beserta pengikutnya, tenggelamnya Fir’aun beserta pengikutnya dan juga untuk berjaga-jaga jika tanggal 10 jatuh pada tanggal 9 atau 11 (karena kesalahan hisab). Bulan Muharram adalah bulan mulia. Saat Rasulullah ditanya puasa yang paling utama setelah bulan Ramadhan,  jawaban Beliau adalah puasa pada Bulan Allah SWT.  (Muharram).

Hikmah dari puasa tersebut, yaitu yang pertama, melaksanakan sunnah Rosul. Nabi Muhammad SAW. menganjurkan untuk berpuasa pada hari tersebut. Bahkan Beliau menyengaja untuk melaksanakan puasa ini. Kedua, sebagai wujud syukur karena Allah SWT. telah menyelamatkan hamba-Nya. Pada tanggal 10 ini ada banyak peristiwa baik salah satunya, diselamatkannya Nabi Musa A.S. beserta pengikutnya dari Fir’aun dan juga taubat Nabi Muhammad SAW. diterima oleh Allah SWT. Ketiga, menghapus dosa setahun yang lalu. Rasulullah SAW. bersabda, “Puasa ‘Asyura aku memohon kepada Allah SWT. agar dapat menghapus dosa setahun yang lalu.” (HR Muslim). Imam an-Nawawi berkata “Keutamaannya menghapus semua dosa-dosa kecil atau boleh dikatakan menghapus seluruh dosa kecuali dosa besar.” (Majmu’ Syarah al-Muhadzzab, an-Nawawi 6/279).

Berikut niat puasa di bulan Muharram :

1.Bacaan niat puasa Tasu’a

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التَا سُوعَاء لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sunnatit taasuu’aa sunnatan lillahi ta’ala

Artinya: saya niat puasa Tasu’a, sunnah karena Allah Ta’ala

2.Bacaan niat puasa ‘Asyura

نَوَيْتُ صَوْمَ فِيْ يَوْمِ عَاشُوْرَاء سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shouma fii yaumi aasyuuroo’ sunnatan lillaahi ta’aalaa

Artinya: saya niat puasa ‘Asyura, sunnah karena Allah Ta’ala

Nah,  jadi seperti itu Sobat Pio. Jangan lupa puasa pada hari Tasu’a dan ‘Asyura yaa. Semoga mendapat hikmahnya dan rahmat dari Allah SWT. (RED_MNR&SBI)

 

Sumber:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *