Hai Sobat Pio! Tidak terasa sudah 3 bulan lebih kita menjalani karantina di rumah. Pasti kalian bosen dan suntuk karena harus di rumah saja. Nah, kali ini kita punya artikel yang mengajak kalian untuk mengenal lebih mengenal Gamelan Jawa.

Semakin berkembangnya zaman, eksistensi musik gamelan di tingkat internasional semakin melambung. Terbukti dengan adanya pendidikan gamelan dalam kurikulum di beberapa perguruan tinggi di Amerika Serikat. Hal ini tentu dapat kita banggakan sebagai warga Indonesia. Karena warga asing begitu mencintai dan menghargai budaya kita. Dan kita sebagai warga Indonesia harusnya bisa lebih dari mereka. Salah satu cara untuk menumbuhkan rasa cinta kita terhadap alat musik ini yaitu dengan mempelajari tentang gamelan.

Gamelan Jawa merupakan seperangkat alat musik tradisional Jawa yang biasanya terdiri dari gong, kenong, gambang, celempung, serta beberapa alat musik pendamping lainnya. Keistimewaan gamelan Jawa yaitu alunan musiknya cenderung bersuara lembut sehingga menghadirkan suasana ketenangan jiwa kita. Instrumennya pun tidak bisa kita pisahkan dari pandangan masyarakat Jawa yang cenderung melihat keselarasan hidup baik jasmani dan rohani. Keadaan itulah yang menjadikan orang Jawa selalu menghindari ekspresi tempramental dan berusaha mewujudkan toleransi antar sesama.

Menurut keterangan dari Gusti Puger Putra P.B XII, dan Serat Wedhapradanggga dari keraton Surakarta, disebutkan bahwa gamelan yang pertama kali lahir di tanah Jawa adalah Gangsa Raras Salendro. Menurut G.P.H. Hadiwijaya (Redaksi Pustaka Jawa) hanya ada 5 ricikan dalam alat ini. Yakni gendhing (Kemanak), Pamatut (Kethuk), Sauran (Kenong), Teteg (Kendang Ageng) dan Maguru yang sekarang disebut Gong. Pada tahun 336,  racikan gamelan ditambah lagi oleh Sang Hyang Indra dengan Salundhing atau kempul, dan Gerantang yang sekarang disebut dengan Gambang.
Nah, itu saja ya Sobat Pio penjelasan mengenai alat musik Gamelan, Semoga artikel ini bermanfaat dan bisa mengisi waktu luang kalian saat dirumah saja.(RED_RSP)

Sumber : https://pesona-indonesia.info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *