Hai sobat pio, salah satu fenomena yang paling penting untuk kita pedulikan saat ini adalah perubahan iklim yang semakin berdampak pada banyak hal. Bukannya lingkungan ternyata kesehatan fisik dan mental seseorang juga terpengaruhi oleh kondisi ini.

Dampak perubahan iklim terhadap lingkungan tahun ini Indonesia mengalami musim kemarau yang cukup panjang dengan panas yang super menyengat. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) juga memperkirakan bahwa musim kemarau akan terjadi selama bulan Mei sampai pertengahan Oktober. Meskipun begitu, kita patut bersyukur karena dibulan ini intensitas hujan semakin lama semakin meningkat seolah menyetujui perkiraan cuaca yang dilakukan oleh BMKG tersebut. Jika kekeringan terus melanda, beberapa dampak yang kerap muncul terhadap lingkungan adalah kekurangan air bersih, berkurangnya produksi pertanian, kelaparan,  rusaknya ekologi, hingga memakan  korban jiwa. Selain itu, juga akan berdampak pada perubahan cuaca yang ekstrem, banjir, angin kencang, serta ombak yang tinggi.

Seperti yang dilaporkan oleh American Psychological Association, Climate for Health, dan ecoAmerica yang mengatakan bahwa bagaimanapun kesejahteraan mental kita itu sama rentannya dengan pemanasan global di bumi kita. Dengan kata lain, ketika bumi kita semakin mengalami gangguan, maka kesehatan mental kita pun akan ikut terganggu. Dalam laporan tersebut diberikan pengandaian tentang efek yang terjadi setelah bencana alam, misalnya, yang paling cepat mendapat pengaruh dari peristiwa pasca bencana alam pastilah mental manusia, bisa jadi dalam bentuk trauma maupun syok.Sayangnya, gak banyak dari kita yang juga ikutan aware untuk menjaga penghijauan di bumi ini. Mau gak mau kita akan mendapatkan pengaruh dari akibat kelalaian orang-orang yang gak tulus melestarikan alam di negeri ini.

Nah, untuk menanggulangi agar perubahan iklim yang masih terjadi gak berpengaruh kepada kesehatan mental kita, ada beberapa cara praktis yang bisa kita lakukan. Misalnya saja dengan menumbuhkan optimisme melalui keterampilan dan kreativitas, memperkuat hubungan keluarga dan pertemanan, mempersiapkan diri untuk menghadapi bencana dan perubahan iklim ekstrim yang mungkin saja bisa terjadi sewaktu-waktu, juga sering-seringlah mengambil waktu untuk me time di rumah atau di tempat-tempat yang kamus suka dengan melakukan kegiatan yang bisa membahagiakan dirimu sendiri.Selain itu, kamu juga bisa mengurangi efek pemanasan global dengan menerapkan gaya hidup ramah lingkungan, seperti berjalan kaki atau bersepeda, meminum caramel latte-mu secara tanpa sedotan, membawa tempat minum sendiri ketika memesan float favoritmu,dan kegiatan lain yang bisa kamu pilih sebagai gaya hidupmu, sambil memerangi pemanasan global yang semakin mengerikan.Tentunya, dengan mengaplikasikan gaya hidup ramah lingkungan ini ke dalam kepribadian kita, ada banyak dampak positif yang akan kita dapatkan, seperti membuat tubuh lebih sehat secara fisik dan mental melalui kegiatan berjalan kaki dan naik sepeda serta menanam pohon yang kita lakukan, yang pastinya akan memberikan kita udara lebih sehat dan lebih segar lagi dari penghijauan yang kita lestarikan. Belum lagi, perasaan bahagia seumpama kelak banyak orang yang terpengaruh dengan gaya hidup eco friendly yang kita terapkan selama ini.(RED_YW&SW)

Sumber:https://www.rimma. com

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *