Tari Guel Banda Aceh

By 16:40





Hai sobat pio, apa kabar hari ini? Semoga baik-baik saja ya.. Nah sobat pio, kali ini kita akan mengulas tentang seni tari tradisional Indonesia yang berasal dari Banda Aceh yaitu Tari Guel. Nah sibat pio ada yang tahu tidak apa Tari Guel itu?

Tari Guel adalah salah satu tarian tradisional yang berasal dari budaya masyarakat Gayo di Aceh dan salah satu tarian tradisional yang cukup terkenal di Aceh. Tarian ini berbeda dengan tarian-tarian tradisional Aceh kebanyakan, terutama dari segi geraknya yang khas dan penuh makna serta mengandung nilai-nilai khusus didalamnya, bahkan terkesan bernuansa magis. Sehingga tak jarang membuat para penonton seakan terhipnotis.Tarian ini biasanya ditampilkan di acara-acara adat maupun budaya yang diselenggarakan di sana.Untuk jumlah penari Tari Guel biasanya terdiri dari 8 penari wanita dan 2 penari pria. Namun bisa saja lebih atau kurang dari itu, karena harus disesuaikan juga dengan kelompok tari, panggung dan jenis acaranya.
Menurut cerita rakyat yang berkembang di masyarakat Gayo, Tari Guel pertama kali ditarikan oleh Sangeda, putra Raja Linge XIII. Cerita ini berawal dari mimpi Sangeda, yang dalam mimpi tersebut dia bertemu dengan saudaranya yang telah meninggal yaitu Bener Meria. Bener Meria memberikan petunjuk untuk mendapatkan gajah putih agar dapat dipersembahkan  kepada Sultan Aceh pada saat itu, karena puteri Sultan sangat berhasrat untuk memiliki gajah putih tersebut.
Untuk mendapatkan gajah putih itu, Sangeda dan beberapa penduduk melakukan doa, tirakat dan kenduri di tepi sebuah danau dekat makam Bener Meria. Setelah itu dilanjutkan acara menari dengan diiringi lagu dan musik tradisional. Dalam tarian tersebut Sangeda menari sesuai dengan apa yang ditunjukan oleh Bener Meria. Sambil menyanyikan lagu yang sangat sedih, Sangeda menari mengikuti irama musik dan menari dengan gerakan seperti mengepakan sayap, berputar dan meliuk-liuk mengintari makam saudaranya.
Dari situlah Tari Guel ini tercipta. Walaupun kebenarannya belum bisa dibuktikan secara ilmiah, namun masyarakat Gayo percaya akan kebenaran cerita tersebut.

                                                                                                                                              (RED_YS)
Sumber foto: https://www.pinterest.com

You Might Also Like

0 comments